Belajar Lebih Interaktif Dengan Teman Belajar

TemanPrivat

Belajar dengan guru les privat terbaik di Indonesia. Bisa online maupun offline.

Selengkapnya ➜

TemanTryout

Tryout Online dengan soal-soal HOTS dan pembahasan yang lengkap.

Selengkapnya ➜

Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh5 min read

2 September 2021 4 min read
Teks Negosiasi | Teman Belajar

author:

Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh5 min read

Reading Time: 4 minutes

Halo, teman ambis! Apakah kalian pernah melakukan kegiatan tawar-menawar seperti saat berbelanja di pasar tradisional? Dalam kehidupan sehari-hari, pastinya kita tidak bisa terlepas dari kegiatan tawar-menawar atau bisa disebut dengan negosiasi. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai teks negosiasi mulai dari pengertian hingga contoh teks negosiasi. Yuk, langsung saja kita simak pembahasan berikut ini!

Pengertian

Negosiasi sama artinya dengan penawaran atau tawar-menawar dengan perundingan. Negosiasi sering ditemukan dalam kehidupan, seperti menawar harga barang di pasar dan meminta sesuatu ke orang lain. Terdapat dua pihak dalam kegiatan negosiasi. Kedua pihak tersebut memiliki kepentingan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu adanya dialog atau proses interaksi negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang adil antara kedua belah pihak. Tak hanya saling menawar, negosiasi juga memerlukan argumen yang kuat untuk mempertahankan penawaran.

Ciri-Ciri

Ciri-ciri teks negosiasi, yakni:

  1. Adanya partisipan yang menjadi tokoh negosiasi. Partisipan terdiri dari orang yang menyampaikan pengusulan, orang yang menawar, dan/atau orang yang menjadi penengah atau perantara.
  2. Kepentingan yang berbeda antara kedua belah pihak.
  3. Adanya kesepakatan yang disetujui oleh semua pihak negosiasi, tanpa merugikan keduanya, tidak ada paksaan, dan dilaksanakan dengan sopan santun.
  4. Adanya pengusulan dan penawaran.
  5. Penggunaan kalimat persusif untuk memengaruhi pihak lain dengan bahasa yang sopan, misalnya percayalah, silakan, bolehkah, tolong.

Struktur

Ada empat bagian dari teks negosiasi yang meliputi:

  1. Orientasi, bagian ini berisi pembukaan, salam, sapaan, dan ucapan lainnya untuk memulai percakapan atau interaksi sosial, misal permisi, selamat pagi, dan sebagainya.
  2. Pengajuan atau permintaan, pembeli atau pihak pertama akan mengutarakan keinginannya untuk membeli barang dari penjual atau mendapatkan barang yang dimaksud.
  3. Pemenuhan, penjual atau pihak kedua akan berusaha mencari barang yang diminta pembeli dan penjual menyatakan mampu atau tidaknya memenuhi permintaan pembeli.
  4. Penawaran, apabila pembeli belum atau tidak setuju dengan harga yang diberikan penjual maka pembeli boleh menawar harga tersebut kepada penjual. Bagian ini merupakan inti dari negosiasi. Pembeli akan menawar sampai mendapatkan harga yang pas. Harga yang pas ialah kesepakatan antara pembeli dengan penjual agar keduanya tidak dirugikan. Pada umumnya, pengajuan dan penawaran tidak hanya terjadi dalam satu kali, tetapi berulang kali untuk meyakinkan pihak lain dengan berbagai alasan dan mencapai kesepakatan.
  5. Persetujuan, sebelum mencapai persetujuan, penjual akan mempertimbangkan terlebih dahulu terkait keuntungan yang didapatkan oleh penjual. Apabila penjual sudah cocok dengan harga yang ditawarkan oleh pembeli maka penjual menyatakan persetujuannya kepada pembeli.
  6. Pembelian, pembeli akan membayar barang yang akan dibeli sesuai harga yang sudah disepakati dengan penjual. Jika negosiasi terkait penyelesaian masalah maka tidak perlu ada bagian pembelian.
  7. Penutup, bagian penutup biasanya berisi salam, ucapan terima kasih, atau ucapan lainnya untuk menutup kegiatan negosiasi. Penutup dapat juga ucapan maaf kalau misal negosiasi tidak sesuai tujuan. Kelengkapan struktur negosiasi disesuaikan dengan jenis negosiasi.

Kaidah Kebahasaan

Ada pula kaidah kebahasaan teks negosiasi, sebagai berikut:

  1. Penggunaan kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah dalam bentuk negosiasi percakapan sehari-hari.
  2. Penggunaan kalimat yang menyatakan harapan atau keinginan sesuai dengan tujuan negosiasi yang mewujudkan keinginan tersebut menjadi kesepakatan, seperti penggunaan kata mohon, harap, boleh, mudah-mudahan.
  3. Penggunaan kalimat bersyarat yang ditandai dengan kata jika, apabila, seandainya, kalau. Kalimat ini digunakan saat setiap pihak mengajukan syarat terhadap penawaran yang dilakukan oleh mitra.
  4. Penggunaan konjungsi penyebab (kausalitas) untuk memperkuat argumen dengan berbagai alasan yang mendukung. Contoh konjungsi sebab: karena, sebab, oleh karena itu, oleh sebab itu, akibatnya.

Tujuan

Negosiasi bertujuan mengatasi perbedaan kedua pihak yang menghasilkan kesepakatan secara adil dan tanpa paksaan dalam bertransaksi. Kedua belah pihak mencari kesamaan agar menghasilkan kesepakatan yang tidak merugikan keduanya. Ada pun tujuan terperinci diadakannya negosiasi, sebagai berikut:

  1. mencapai kesepakatan yang mempunyai persamaan pandangan, saling mengerti, dan saling menyetujui,
  2. mencari solusi yang saling menguntungkan, tidak merugikan,
  3. menemukan penyelesaian dari masalah berupa perbedaan yang dihadapi bersama.

Pola Penyajian

Terdapat 3 cara menyajikan teks negosiasi, antara lain:

  1. Dialog yakni penyajian menggunakan kalimat langsung.
  2. Cerpen yakni penyajian dengan narasi atau cerita dan kalimat langsung.
  3. Surat yakni penyajian teks negosiasi melalui surat penawaran kepada perusahaan.

Contoh Teks Negosiasi

Pada pagi hari yang sejuk, ibu pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan hari raya yang akan tiba dua hari lagi. Sembako, bumbu, kue, sayur, dan lauk pauk sudah dibeli ibu, tinggal pesananku, ya baju lebaran. Toko baju berada di lantai dua, ibu bergegas ke sana.

Sampai di toko baju yang dituju, pedagang baju langsung menawarkan dagangannya pada ibu.

Pedagang baju : “Cari apa, Bu? Gamis atau baju koko?”

Ibu                   : “Apa ada gamis ukuran remaja, Bu?”

Pedagang baju : “Ada, Bu. Kebetulan ini ada 4 model, warnanya juga komplet. Buat anaknya ya, Bu?”

Ibu                   : “Iya, wah ada model apa saja, Bu?”

Pedagang baju : “Sebentar, Bu saya ambilkan dulu.”

Pedagang baju : “Ini Bu 4 modelnya (sambil menunjukkan 4 model gamis). Anaknya gak ikut ya, Bu?”

Ibu                   : “Tidak, Bu. Anak saya baru mengerjakan tugas di rumah. Model gamis yang ini dan ini berapa, Bu? (sambil menunjuk 2 gamis dengan model yang berbeda).”

Pedagang baju : “Yang ini 100, Bu (sambil memegang gamis yang dimaksud). Kalau yang itu 125, Bu (sambil menunjuk gamis yang dimaksud).”

Ibu                   : “Wah, mahal ya, Bu.”

Pedagang baju : “Namanya juga lebaran, Bu, apa-apa mahal, harga barang-barang pada naik.”

Ibu                   : “Iy, Bu, tapi bisa kurang ya Bu?”

Pedagang baju : “Yang mana Bu?”

Ibu                   : “Yang ini, Bu, jadi 100 aja ya, Bu?”

Pedagang baju : “Waduh, kalau yang itu tidak bisa kurang, Bu. Harga kulakannya tidak boleh segitu, Bu. Nanti saya rugi.”

Ibu                   : “Ya dikurangi berapa gitu, Bu. Nanti saya langganan baju di sini, Bu. Kalau harganya pas, Ibu jadi tempat langganan saya beli baju.”

Pedagang baju : “Ya sudah saya kurangi lima ribu Bu, lumayan buat bayar parkir.”

Ibu                   : “Jangan lima ribu lah, Bu. Seratus sepuluh deh, Bu. Sudah pas uang saya segitu, Bu.”

Pedagang baju : “Ya sudah, Bu, seratus sepuluh, saya ambil untung sedikit gak apa-apa yang penting laku, Bu. Ini mau warna apa, Bu?”

Ibu                   : “Yang ini saja, sudah sesuai sama warna kesukaan anak saya. Ini uangnya, Bu (sambil memberikan uang ke pedagang baju). Pas seratus sepuluh ya, Bu.”

Pedagang baju : “Oh iya, terima kasih, Bu. Laris manis.”

Ibu pun pergi meninggalkan toko pakaian tersebut sambil membawa gamis untuk anaknya. Ibu langsung pulang ke rumah karena semua barang belanjaan untuk lebaran sudah terbeli.

 

Nah, sekarang kalian jadi lebih memahami materi teks negosiasi, kan? Selain teks negosiasi, masih banyak lagi materi bahasa Indonesia yang wajib kamu pelajari untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari, lho! Materi-materi lainnya bisa kamu pelajari bareng guru les privat bahasa Indonesia di Teman Belajar. Yuk, pesan guru les privatmu sekarang, karena di Teman Belajar #SemuaAdaGurunya.

Les Privat | Teman Belajar
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.