Belajar Lebih Interaktif Dengan Teman Belajar

TemanPrivat

Belajar dengan guru les privat terbaik di Indonesia. Bisa online maupun offline.

Selengkapnya ➜

TemanTryout

Tryout Online dengan soal-soal HOTS dan pembahasan yang lengkap.

Selengkapnya ➜

Bahasa Indonesia Kelas 11

Teks Karya Ilmiah: Pengertian, Tujuan, Stuktur, dan Contoh13 min read

2 September 2021 9 min read
Teks Karya Ilmiah | Teman Belajar

author:

Teks Karya Ilmiah: Pengertian, Tujuan, Stuktur, dan Contoh13 min read

Reading Time: 9 minutes

Hai, teman ambis! Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata “karya ilmiah” atau bahkan ada beberapa dari kalian pernah mengikuti lomba karya ilmiah saat sekolah. Tapi, kalian tahu nggak sih apa itu karya ilmiah? Karya ilmiah merupakan karya yang memuat fenomena sesuai fakta yang ada. Biasanya, karya ilmiah erat kaitannya dengan penelitian. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai teks karya ilmiah. Yuk, langsung saja kita simak pembahasan berikut!

Pengertian

Karya ilmiah ialah karya yang memuat kejadian atau fenomena berbentuk tulisan sesuai fakta dari kenyataan yang ada. Karya ilmiah dapat berupa penelitian, pengalaman di lingkungan, ataupun kepustakaan yang disusun secara sistematis. Karya ilmiah digunakan untuk kegit pendidikan dan pekerjaan.

Tujuan

Karya ilmiah bertujuan mendapatkan jawaban secara ilmiah dari permasalahan yang sedang terjadi. Selain itu, karya ilmiah juga memiliki 5 tujuan, sebagai berikut:

  1. Sebagai penyampaian berbagai gagasan/ide yang dipunyai oleh penulis atau peneliti.
  2. Sebagai bahan diskusi dalam rapat atau forum untuk memecahkan permasalahan.
  3. Sebagai media untuk membagi ilmu pengetahuan dari hasil penelitian kepada masyarakat.
  4. Sebagai pemenuhan tugas sekolah atau kuliah.

Jenis

Terdapat 3 jenis karya ilmiah, yakni:

  1. Karya ilmiah populer

Jenis karya ilmiah populer berbentuk arbitrer dan bahasanya bersifat populer atau santai. Penyampaian karya ilmiah populer singkat, padat, jelas, mudah dipahami, dan bahasanya tidak berbelit-belit, seperti artikel yang berada di terbitan berkala. Topik karya ilmiah populer tidak berat atau santai dan gaya bahasanya menarik masyarakat awam untuk membaca.

  1. Karya ilmiah semiformal

Bahasa karya ilmiah jenis ini ialah bahasa ilmiah dan semiformal. Pada umumnya, karya ilmiah semiformal digunakan untuk membuat makalah dan laporan. Metode penelitiannya dapat menggunakan penelitian langsung ataupun studi pustaka.

  1. Karya ilmiah formal

Pemakaian bahasa jenis karya ilmiah ini ialah bahasa ilmiah dan formal. Strukturnya lengkap dan tersusun dengan sangat sistematis. Pada umumnya, karya ilmiah ini digunakan untuk membuat skripsi, tesis, disertsi, dan KTI sebagai kompetisi.

Struktur

Setiap jenis karya ilmiah memiliki strukturnya masing-masing.

  1. Karya ilmiah populer

Struktur karya ilmiah jenis ini lebih bersifat bebas. Penulis boleh menulis langsung berbentuk paragraf atau menggunakan redaksional tertentu. Hal yang terpenting dalam karya ilmiah populer yakni bahasanya yang mudah dipahami oleh masyarakat.

  1. Karya ilmiah semiformal

Berikut ini struktur karya ilmiah semiformal:

  • halaman judul,
  • kata pengantar,
  • daftar isi,
  • pendahuluan,
  • pembahasan,
  • simpulan,
  • daftar pustaka.
  1. Karya ilmiah formal

Berikut ini struktur karya ilmiah formal:

  • halaman judul,
  • tim pembimbing atau halaman pengesahan,
  • kata pengantar,
  • abstrak,
  • daftar isi,
  • pendahuluan,
  • kerangka teoritis atau kajian pustaka,
  • metode penelitian,
  • hasil dan pembahasan,
  • penutup (simpulan dan saran),
  • daftar pustaka,
  • lampiran-lampiran,
  • riwayat hidup.

Contoh Teks Karya Ilmiah

KEBUTUHAN DAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masa remaja ialah masa muda yang memiliki potensi untuk berkembang menuju dewasa. Perkembangan remaja dibutuhkan adanya dorongan dari orang atau lingkungan sekitar, seperti: orang tua, guru, dan masyarakat. Perlunya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan remaja untuk menunjang perkembangannya. Kebutuhan remaja dengan kebutuhan anak memiliki perbedaan karena umur yang berbeda. Kebutuhan remaja lebih rumit dari kebutuhan anak. Kebutuhan ada karena keadaan untuk pertumbuhan dan perkembangan diri pada remaja. Kebutuhan adalah suatu hal yang wajib dipenuhi untuk melanjutkan keberlangsungan hidup sehingga remaja memiliki kebutuhan untuk mempersiapkan kedewasaannya.

Tugas perkembangan remaja mempunyai tujuan untuk menemukan jati diri saat remaja sehingga potensi perkembangannya dapat dioptimalkan. Tugas perkembangan remaja harus sudah selesai sesuai dengan usianya agar remaja dapat menyelesaikan permasalahan dalam dirinya. Tugas perkembangan remaja juga dapat digunakan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang perbuatan yang positif dan negatif. Oleh karena itu, remaja harus siap dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan dan memiliki sikap yang dewasa dalam mengatasinya.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini, antara lain:

  1. Bagaimanakah hakikat dari kebutuhan remaja?
  2. Bagaimanakah tugas perkembangan remaja?

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini, sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui hakikat dari kebutuhan remaja.
  2. Untuk mengetahui tugas perkembangan remaja.

Manfaat Penulisan

Ada beberapa manfaat dari penulisan ini, yaitu:

  1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah nilai tambah khazanah pengetahuan ilmiah dalam bidang perkembangan remaja.

  1. Manfaat Praktis
    • Bagi Penulis
      • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
      • Melatih untuk menggabungkan hasil tulisan dengan berbagai sumber.
    • Bagi Pembaca
      • Menambah wawasan pembaca tentang pentingnya memahami kebutuhan dan tugas perkembangan remaja.
    • Bagi Peneliti Lain
      • Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi peneliti lain untuk mengadakan penelitian dengan tema yang sama.

BAB II

PEMBAHASAN

Hakikat dari Kebutuhan Remaja

Usia remaja merupakan usia perantara dari anak menuju usia dewasa. Kebutuhan remaja dapat menjadi dorongan untuk mengembangkan potensi pada diri remaja. Adanya kebutuhan aktualisasi diri untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masa remaja. Aktualisasi diri dengan menunjukkan minat dan bakatnya kepada khalayak umum. Hal itu dapat dijadikan realitas dengan adanya pemenuhan dari kebutuhan-kebutuhan remaja. Adapun beberapa kebutuhan remaja menurut Dra. Chasiyah, M.Pd., Dra. Chadidjah HA., M.Pd., dan Drs. Edy Legowo, M.Pd. (2009: 59-60), sebagai berikut:

Kebutuhan organik

Kebutuhan organik itu seperti makan, minum, bernapas, dan seks. Dalam hal seks, remaja harus memahaminya agar tidak salah dalam bertindak. Miftahul Jannah (2016: 246) menyatakan bahwa perubahan fisik yang menonjol adalah perkembangan tanda-tanda seks sekunder, serta perubahan perilaku dan hubungan sosial dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan tersebut dapat mengakibatkan kelainan maupun penyakit tertentu bila tidak diperhatikan dengan saksama. Maturasi seksual terjadi melalui tahapan-tahapan yang teratur yang akhirnya mengantarkan anak siap dengan fungsi fertilitasnya, laki-laki dewasa dengan spermatogenesis, sedangkan anak perempuan dengan ovulasi. Pembelajaran tentang seks juga digunakan untuk pembatasan pergaulan dengan lawan jenis.

Miftahul Jannah (2016: 249) juga menyatakan bahwa kematangan seksual terjadi dengan pesat pada awal masa remaja. Periode ini disebut masa pubertas. Kematangan seksual sebagai suatu rangkaian perubahan fisik pada masa remaja ditandai dengan perubahan ciri-ciri seks primer (primary sex characteristics) dan ciri-ciri seks sekunder (secondary sex characteristics). Peran orang tua dan guru penting dalam pembelajaran seks, khususnya guru karena remaja pada usia sekolah. Fuaddillah Putra (2012: 39) menyatakan bahwa pemberianpendidikan seks yang diberikan oleh guru BK terhadap para siswa Sekolah Menengah Atas memiliki dampakyang positif terhadap pemahaman mereka terhadap pendidikan seks.

Pada anak perempuan pubertas terjadi pada usia 8 tahun sedangkan anak laki-laki terjadi pada usia 9 tahun. Faktor genetik, nutrisi, dan faktor lingkungan lainnya dianggap berperan dalam pubertas. Khamim Zarkasih Putro (2017: 28) menyatakan bahwa perubahan yang cepat secara fisik juga disertai dengan kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.

Dalam pola makan maupun minum, remaja pada umumnya tidak memperhatikan kesehatan dan lebih mementingkan kesenangan pribadi dalam memilih makanan dan minuman. Tidak memikirkan kebermanfaatan dari makanan atau minuman itu di masa yang akan datang. Pola makan yang tidak teratur pun dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan remaja. Bahkan, ada pula remaja yang mengonsumsi minuman yang mengandung alcohol dan merokok karena pergaulan bebas. Dengan demikian, perlu adanya peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar untuk memberi tahu tentang bahayanya pergaulan bebas.

Kebutuhan emosional

Dalam hal ini, emosional digunakan untuk kebutuhan yang dapat adanya simpati dan pengakuan dari pihak lain. Khamim Zarkasih Putro (2017: 28) menyatakan bahwa peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi bari yang berbeda dari masa-masa yang sebelumnya. Pada fase ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan kepada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah laku seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri, dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan tampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah di Perguruan Tinggi.

Kebutuhan berprestasi

Hal ini dapat disebut juga need of achievement yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan menunjukkan kemampuan psikofisis. Masa remaja memiliki daya saing yang tinggi, khususnya dalam hal intelektual. Remaja yang memiliki sifat ambisius untuk menuntut hasil dari belajarnya termasuk remaja yang mempunyai daya saing tinggi. Berprestasi ini dapat ditunjang dengan perkembangan minat dan bakat dari remaja. Potensi dan keterampilan remaja dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan.

Kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan jenis

Kebutuhan ini bekerja sama dengan masyarakat dalam pengakuan bahwa remaja dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, dapat bertanggung jawab dengan perbuatannya, dan dapat menempatkan diri dalam masyarakat. Remaja juga harus mengetahui dan melaksanakan hakikat dan kewajibannya sesuai dengan jenis kelamin. Perempuan yang seharusnya feminine dan laki-laki yang maskulin.

Perlunya pengajaran tentang cara bermasyarakat agar tidak apatis atau memiliki rasa peduli dan ingin gotong royong. Seperti halnya: remaja yang mengikuti paguyuban muda-mudi atau karang taruna di desanya. Ada pun ciri-ciri remaja sesuai dengan jenjangnya menurut Khamim Zarkasih Putro (2017: 29), adalah:

  1. Masa remaja awal.

Biasanya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dengan ciri-ciri: tidak stabil keadaannya, lebih emosional, mempunyai banyak masalah, masa yang kritis, mulai tertarik pada lawan jenis, munculnya rasa kurang percaya diri, dan suka mengembangkan pikiran baru, gelisah, suka berkhayal dan suka menyendiri.

  1. Masa remaja madya (pertengahan).

Biasanya duduk di bangku SekolahMenengah Atas dengan ciri-ciri: (1) sangat membutuhkan teman, cenderung bersifat narsistik/kecintaan pada diri sendiri, berada dalam kondisi keresahan dan kebingungan, karena pertentangan yang terjadi dalam diri, berkenginan besar mencoba segala hal yang belum diketahuinya, dan keinginan menjelajah ke alam sekitar yang lebih luas.

  1. Masa remaja akhir

Ditandai dengan ciri-ciri: aspek-aspek psikis dan fisiknya mulai stabil, meningkatnya berpikir realistis, memiliki sikap pandang yang sudah baik, lebih matang dalam cara menghadapi masalah, ketenangan emosional bertambah, lebih mampu menguasai perasaan, sudah terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi, dan lebih banyak perhatian terhadap lamabang-lambang kematangan.

Tugas Perkembangan Remaja

Remaja memiliki peluang yang tinggi dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Bimbingan dan arahan dari orang sekitar dapat memberikan motivasi bagi remaja untuk berkembang. Adapun tugas-tugas perkembangan remaja menurut Sahadir Nasution (2014: 77-80) yang menyatakan bahwa ada 7  tugas perkembangan bagi remaja, yaitu:

  1. Menerima keadaan fisiknya

Pada masa remaja perubahan fisik berhubungan dengan pertumbuhan dan kematangan seksual disamping itu tampak perubahan yang pesat mengenai tinggi badan, perbedaan harapan remaja maupun lingkungan dengan keadaan fisiknya sendiri dapat menimbulkan masalah penyesuaian diri bagi remaja. Timbul kesulitan dalam menerima keadaan fisik ini, terutama mengenai ciri-ciri jenis kelamin dan yang berhubungan dengan tinggi badan. Remaja yang merasakan rintangan dalam menjalani pertumbuhan yang pesat itu dapat bersikap murung atau mengurung diri di kamar.

  1. Memperoleh kebebasan emosional

Salah satu tugas perkembangan yang harus dijalani pada masa remaja adalah memperoleh kebiasaan emosional. Hal ini diperlukan agar pada masa dewasa kelak ia dapat menjadi orang yang mampu mengambil keputusan dengan bijaksana karena itu remaja perlu mendapatkan pengalaman berupa latihan untuk mengambil keputusan secara bertahap ini dilakukan dengan dimulainya merenggangkan ikatan emosional dengan orang tua agar dapat belajar meneliti dan mengambil keputusan sendiri.

  1. Mampu bergaul

Memperluas pergaulan diperlukan bagi mempersiapkan diri menuju masa dewasa namun tugas perkembangna ini selalu mendapat hambatan yang bersumber dari diri (remaja). Keadaan fisik yang pada mulanya tidak sesuai dengan harapan menyebabkan remaja kaku dalam pergaulannya, timbulnya perhatian untuk bergaul dengan teman lawan jenis menjadi motivasi untuk meningkatkan penampilan. Setelah remaja mersa terbiasa dengna keadaan fisiknya barulah timbullah penyesuaian diri dan kemudhaan dalam pengadaan pendekatan dengan teman-teman.

  1. Menemukan model untuk identifikasi

Pada masa terjadi penemuan identitas diri agar pada masa dewasa kelak dapat menjadi manusia yang mempunyai kepribadian yang khas dengan identitas pribadi yang khas pula. Proses ini dimulai dengna timbulnya kecenderungan remaja untuk merenggangkan diri dari ikatakan emosional dengna orang tua dan meninjau kemblai landasan hidup yang telah diberikan orangtua sepanjang masa kanak-kanaknya. Remaja hidup dalam daerah perbataan secara bertahap ingin meninggalkan sosok pribadi kanak-kanaknya namun belum menemukan spsifikasi pribadinya yang baru secara bertahap remaja memiliki gaya hidup dan memantapkan keyakinan hidup sesuai dengan pengalaman yang dilaluinya.

  1. Mengetahui dan menerima kemampuan diri

Dengan tumbuhnya kemampuan berpikir abstrak remaja cenderung menganggap tentang kemungkinan-kemungkinan masa dewasaya, dirinya sering dijadikan oejbk pemikiran dan menimbulkan penilaian terhadap dirinya sendiri baik positif maupun negatif. Apabila remaja melihat realitas diri dan kemampuannya tidak sesuai dengan harapan dan angan-angan kekecewaan dan putus asa akan timbul begitu pula harapan dan tuntutan masyarakat yang tidak mampu sepenuhnya dapat menjadi sumber penyebab prustasi dan berpengaruh pada perilakunya. Oleh karena itu perlu adanya imbingan agar remaja dapat menerima keadaan dirinya dengan wajar dan menyesuaikan aspirasinya dengan kemampuan dan realitas kehidupannya.

  1. Memperlakukan penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma

Masa remaja merupakan fase yang paling penting dalam membentuk nilai merupakan proses yang yang sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial. Dalam proses mencari nilai dan pandangan hidup ini khususnya nilai-nilai agama remaja mengamali kegoncangan karena dia tidak mau lagi terpaut pada sikap dan pandangan hidup kanak-kanaknya tetapi belum mempunyai padangan hidup baru yang mantap.

  1. Meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan

Salah satu ciri yang terdapat pada masa kanak-kanak adalah sifat egosentis segala sesuatu dipandangnya dari sudut pandang sendiri berpusat pada keinginan dan kebutuhannya sendiri dan sangat emosional. Pada masa remaja yang merupakan jembatan menuju masa dewasa sifat egosentis secara bertahap akan dihilangkan dan remaja belajar menyesuaikan diri dengan pola hidup bersama dengan orang lain. Remaja harus mempertimbangkan bahwa orang lain juga mempunyai kebutuhan pendapat dan kebiasaan yang belum tentu sama dengannya. Dalam interaksi sosial dengan teman sebaya dan orang dewasa serta mungkin juga anak-anak remaja harus belajar mengindahkan orang lain tersebut dalam bersikap dan berperilaku.

Tugas perkembangan remaja itu dilakukan bertahap sampai berubahnya usia remaja menjadi dewasa. Semua perkembangan remaja harus selesai dengan tuntas saat memasuki usia dewasa karena untuk bekal kehidupan yang sebenarnya. Penyelesaian masalah dalam kehidupan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, saat sudah waktunya untuk berumah tangga akan menempatkan diri sesuai jenis kelaminnya.

BAB III

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan, sebagai berikut:

  1. Ada 4 hakikat dari kebutuhan remaja, yaitu: kebutuhan organik, kebutuhan emosional, kebutuhan berprestasi, serta kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan jenis. Kebutuhan-kebutuhan itu harus dipenuhi untuk menunjang potensi dan keterampilan dari remaja.
  2. Remaja memiliki beberapa tugas perkembangan, yaitu: menerima keadaan fisiknya, memperoleh kebebasan emosional, mampu bergaul, menemukan model untuk identifikasi, mengetahui dan menerima kemampuan diri, memperlakukan penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma, serta meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan. Peran penting orang tua, guru, dan masyarakat sekitar remaja dalam menyelesaikan tugas perkembangan remaja.

Saran

Adapun saran berdasarkan pembahasan di atas, adalah:

  1. Hendaknya orang tua, guru, dan masyarakat ikut andil dalam mengembangkan potensi dan keterampilan remaja. Selain itu, perlu adanya arahan atau nasihat dari orang tua kepada remaja agar tidak salah dalam bertindak atau berperilaku dan terjauh dari pergaulan bebas.
  2. Seharusnya remaja dapat mempelajari dalam hal menjaga kesehatan, mengetahui bahaya dari pergaulan bebas, meningkatkan minat dan bakatnya dengan melakukan hal-hal yang positif, serta mempersiapkan jasmani, rohani, maupun psikis untuk dewasa nanti.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Chasiyah, M. Pd., Dra. Chadidjah HA., M.Pd., & Drs. Edy Legowo, M.Pd. (2009). Perkembangan Peserta Didik. (M. Dra. Siti Fadhilah, Ed.) Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia: Yuma Pustaka.

Jannah, M. (2016, April). Remaja dan Tugas-Tugas Perkembangannya dalam Islam. Jurnal Psikoislamedia, 1(1), 243-255.

Listiani, F., & Savir, S. I. (2015). Penerimaan Diri Remaja Cerebral Palsy. 3(2), 1-6.

Nasution, S. (2014, Januari). Perkembangan Remaja (Suatu Tinjauan Psikologis). Jurnal Darul ‘Ilmi, 2(1), 74-85.

Putra, F., & Ramdani. (2014, November 30). Ketercapaian Tugas-Tugas Perkembangan Remaja dan Pendidikan Seksual Pada Remaja. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 2(3), 37-41.

Putro, K. Z. (2017). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 17(1), 25-32.

 

Wah, hari ini kita belajar banyak mengenai teks karya ilmiah. Sebagai latihan, kamu bisa mencoba untuk menuliskan teks karya ilmiah dengan fenomena yang sedang terjadi baru-baru ini. Selain teks karya ilmiah, materi-materi bahasa Indonesia lainnya juga bisa kamu pelajari bareng guru les privat bahasa Indonesia di Teman Belajar. Yuk, pesan guru les privatmu sekarang, karena di Teman Belajar #SemuaAdaGurunya.

Les Privat | Teman Belajar
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *