Belajar Lebih Interaktif Dengan Teman Belajar

TemanPrivat

Belajar dengan guru les privat terbaik di Indonesia. Bisa online maupun offline.

Selengkapnya ➜

TemanTryout

Tryout Online dengan soal-soal HOTS dan pembahasan yang lengkap.

Selengkapnya ➜

Kelas 10 Kimia SMA

Kimia Kelas 10: Tata Nama Senyawa Biner2 min read

29 April 2021 3 min read
Tata Nama Senyawa Biner | Teman Belajar

author:

Kimia Kelas 10: Tata Nama Senyawa Biner2 min read

Reading Time: 3 minutes

Teman-teman apakah kalian pernah dengar tata nama senyawa biner? Senyawa biner merupakan senyawa kimia yang hanya terbentuk dari dua unsur. Unsur yang terbentuk tersebut dapat terdiri atas unsur logam dan bukan logam atau keduanya terdiri atas unsur bukan logam. 

Sebelum penamaan, kalian harus dipahami dulu pembagian unsur. Unsur-unsur tersebut diantaranya:

Unsur Non Logam : C,H,O,N,S,P,F,Cl,Br,I,At,B,Be dsb 

Unsur Logam Bilangan oksidasi sejenis : 

IA : Li, Na, K, Rb, Cs, Fr 

IIA : Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra dan Al, Zn, Ag dsb 

Unsur Logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis : Fe, Cu, Cr, Co, Ni, Pb, Sn, V, Mn, Hg, Pt, Au, Sc, Ti, dsb

Tabel Kation

Tabel Kation | Teman Belajar

Tabel Anion 

Tabel Anion | Teman Belajar

Tata Nama Senyawa Biner Logam-Non Logam

Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk oleh dua unsur yang berbeda. Senyawa biner dari logam dan nonlogam umumnya adalah senyawa ion, yang terdiri dari kation logam dan anion nonlogam. 

Tata nama senyawa biner ini adalah sebagai berikut. 

a. Penamaan dimulai dari kation logam diikuti nama anion non logam. 

Contoh :

Tata Nama Senyawa Biner | Teman Belajar

b. Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis, maka harga muatan kationnya dinyatakan dengan angka Romawi 

Contoh: 

\(FeCl_{2}\) = Besi (II) klorida 

\(FeCl_{3}\) = Besi (III) klorida

Tata Nama Senyawa Biner Non Logam-Non Logam

Senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam umumnya adalah senyawa molekul. Tata nama senyawa ini adalah sebagai berikut :

a. Penamaan senyawa mengikuti urutan sbb: 

B – Si – As – C – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F 

Penamaan dimulai dari nama nonlogam pertama diikuti nama nonlogam kedua yang diberi akhiran -ida. 

Contoh :

\(N_{2}O\) = dinitrogen monoksida 

NO = nitrogen monoksida 

\(N_{2}O_{3}\) = dinitrogen trioksida 

\(NO_{2}\) = nitrogen dioksida 

\(N_{2}O_{5}\) = dinitrogen pentaoksida 

\(CCl_{4}\) = karbon tetraklorida 

CO = karbon monoksida 

\(CO_{2}\) = karbon dioksida 

\(PCl_{3}\) = Fosfor triklorida 

b. Jika dua jenis nonlogam dapat membentuk Iebih dari satu jenis senyawa, maka digunakan awalan Yunani sesuai angka indeks dalam rumus kimianya(1 = mono, 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = penta, 6 = heksa, 7 = hepta, 8 = okta, 9 = nona, 10 = deka). 

c. Tata nama IUPAC tidak perlu digunakan untuk senyawa yang memiliki nama umum. Misalnya \(H_{2}O\) (air) dan \(NH_{3}\) (amonia). 

Tata Nama Senyawa Poliatom

Tata nama senyawa yang mengandung ion poliatom adalah sebagai berikut: 

a. Untuk senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion poliatom, maka penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti anion poliatom. 

Contoh: 

\(KNO_{3}\) = Kalium nitrat 

\(FeSO_{4}\) = Besi (II) Sulfat 

b. Untuk senyawa yang terdiri dari kation poliatom dan anion monoatom/poliatom, penamaan dimulai dari nama kation monoatom/poliatom. 

Contoh: 

\(NH_{4}OH\)

Nah, tadi adalah pembahasan mengenai tata nama senyawa biner. Semoga dengan membaca artikel ini bisa membantu kalian untuk memahami materi tata nama senyawa biner. Selain membaca artikel, kamu juga bisa mengerjakan Contoh Soal Senyawa Biner atau memesan les privat kimia agar bisa lebih memahami materi ini. Pesan les privatmu sekarang!

Les Privat | Teman Belajar
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.